Friday, 31 January 2014



Ada beragam pertanyaan terlontar di benak saat membeli sebuah parfum.
Mengapa membeli parfum dengan aroma pas sangat sulit?
Mengapa membeli parfum selalu bingung memilih aroma?
Nah, sebenarnya hal itu merupakan persoalan lama yang sering terjadi.
Beberapa ilmu pengetahuan telah mencoba memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut, namun tak lantas membuatnya menjadi mudah.
Maklum saja, setiap orang memiliki pendapat yang berbeda tentang bau.
Peneliti Amerika Serikat (AS) membuktikan bahwa masing-masing orang memiliki pengalaman yang berbeda tentang bau sehingga menyebabkan pendapat yang berbeda.
Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal Nature Neuroscience.
Penelitian itu mengungkapkan bahwa 30 persen reseptor dalam hidung seseorang akan mendefinisikan bau yang berbeda.
Dr. Joel Mainland, seorang ahli biologi molekuler asal Monell Chemical Senses Center di Philadelphia mengatakan bahwa hidung manusia mengandung 400 reseptor penciuman yang berbeda.
Masing-masing reseptor dapat membuat seseorang merasakan bau yang berbeda. 
Sebanyak 400 reseptor tersebut bisa memberikan definisi bau yang berbeda.


Seperti membedakan aroma vanili dengan asap. Mungkin sebagian orang akan mengatakan mencium aroma vanili dan sebagian lainnya mengatakan menghirup aroma asap.
“Itu sangat berbeda,” ujar Dr. Mainland dilansir Daily Mail, Senin (9/12/2013).
Menurut Mainland, tujuan jangka panjang dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana reseptor mengkode molekul bau sesuai degan yang diinginkan dengan memanipulasi reseptor secara langsung.
Reseptor yang berbeda ini yang menyebabkan seseorang kesulitan dalam memilih aroma parfum.

Sumber: surabaya.tribunnews.com

0 comments:

Post a Comment